
“Jika sepak bola adalah sebuah kepercayaan, maka inilah kepercayaan yang memiliki jumlah pengikut lebih banyak dari kepercayaan apa pun di dunia.”
DOKUMENTER dibuka dengan kisah dari Rwanda. Sepak bola menjadi bagian penting proses rekonsiliasi natural —penyembuhan luka kolektif pascagenosida etnis Tutsi oleh Hutu pada 1994. Di Rwanda, menggemari Liverpool ibarat menemukan keluarga baru, rumah baru, maka lahirlah: Rwanda Reds, yang solidaritas sesama pendukung Liverpool di sana sampai ke level mengagumkan.
Efek perang saudara menjadikan mereka menjiwai sangat dalam anthem “You’ll Never Walk Alone” kemudian layar berpindah ke footage ilustrasi pengumuman janggal radio, imbauan untuk menghabisi etnis Tutsi, diikuti rekaman miris pengungsian, mimpi kelam anak-anak Rwanda, hingga mayat-mayat mengapung di sungai.
Sound familiar? Yap, identik dengan genosida kelompok kiri progresif di Indonesia tahun 1965–1966 oleh [SENSOR]. Dilanjutkan dengan bagaimana sepak bola wanita Jepang bangkit hingga menjadi juara dunia di tengah duka tsunami pada FIFA Women’s World Cup 2011, perjuangan panjang yang dikenang legenda terbesar mereka Homare Sawa sebagai “pembuktian budaya baru” setelah diabaikan sebab dianggap bukan bagian budaya Jepun.
Di Amerika berlaku adagium, “football for man, soccer for women“, tentu menjadikan timnas perempuan Amerika sebagai kiblat sepak bola memerlukan tangan-tangan mahir kapital dalam kampanye, yang sayang, tidak diimbangi dengan penghasilan yang setara dengan pemain bola laki-laki “yang jeblok” tapi diupah tinggi, membuat generasi terbaru mereka, beberapa di antaranya mengklaim sebagai feminis, melakukan demonstrasi menuntut kesetaraan upah pada 2019, Februari 2022 mereka menang.
Diperkaya dengan wawancara Brandi Chastain, pemain AS yang fotonya di final Piala Dunia Wanita 1999 begitu powerful, and many many more…
Temans, meski minus cerita Conifa (piala dunia untuk negara-negara yang tak diakui), inilah “This is Football”, dokumenter yang membahas sepak bola cukup mendalam, memotret sepak bola dari sisi kemanusiaan, politik, hingga budaya.
Trailer
===
Tonton This is Football lewat Prime Video.
Tinggalkan komentar