kepada: yang selalu mengimajinasikan dirinya berasal dari kawanan burung-burung bangau
Sebab aku, juga kau, manusia//
yang berpikir, dan//
punya kehendak bebas//
sebab itu, aku, juga kau tidak akan kembali//
mengunjungi lumpur//
kubangan//
becek sawah//
oleh patuk//
oleh selaput//
kaki yang itu itu//
lagi//
maka, sudahilah//
mengawang; ke awang//
ya. kau, juga aku//
tak ada jalan pulang//
kembali//
kita asing-terasing-diasing-bukan bangau
Tinggalkan komentar