Kategori: Ceracau

  • kepada: yang selalu mengimajinasikan dirinya berasal dari kawanan burung-burung bangau Sebab aku, juga kau, manusia//yang berpikir, dan//punya kehendak bebas//sebab itu, aku, juga kau tidak akan kembali//mengunjungi lumpur//kubangan//becek sawah//oleh patuk//oleh selaput//kaki yang itu itu//lagi// maka, sudahilah//mengawang; ke awang//ya. kau, juga aku// tak ada jalan pulang// kembali//kita asing-terasing-diasing-bukan bangau

  • Sebelum perasaan itu tumbuh mekar, baiknya, kupatahkan lebih awal

  •  “We really don’t know what happen in the future.” Hei. Masih ingat kau pernah mengatakan sekalimat dalam bahasa Inggris itu padaku dalam beberapa kesempatan? Future. Keadaan di waktu depan. Waktu depan, masa akan datang. Seakan masa yang akan lama datang, bukan? Berlalu setahun, kurun tidak lama setelah sekalimat itu kau ucapkan kita sampai pula di future.…

  • Tonight from a distance

    PENAFIAN: Catatan awal dalam bahasa Indonesia, karena dirasa terlalu intim, catatan ini dialih-bahasa ke English menggunakan akal imitasi terjemahan-parafrase. Penggalan yang diblok kuning diambil dari bait-bait dalam lagu True Blue, boygenius. Tonight you realize, just by seeing her happy from afar, you too are filled with joy and gratitude. Tonight you also realize, no matter…

  • Kamrad Syam, perihal pengamat perpilkadaan Facebook

    Nyaris satu bulan tidak mengaktifkan Facebook, bahkan sempat berniat menghapus. Bila saja tak segera log-in otomatis terhapus ini akun. Tenggat-limit penghapusan 30 hari, berakhir dua hari lagi. Sederhana saja; Facebook sudah terlalu riuh, semak. Keadaan toxic begini sangat tidak bagus untuk pikiran, apalagi setiap pandangan-pandanganmu diafirmasi oleh algoritma, kecerdasan buatan yang membikinmu nyaman berada di…

  • Surat untuk Maria

    SAHABATKU, Maria. Aku melihat begitu banyak kesenjangan, di saat hatiku begitu hancur, begitu rapuh, menderita dalam bisu. Adakalanya aku bertanya: “Mengapa kehidupan manusia dari waktu ke waktu semakin sulit? apakah hanya orang-orang kaya yang ditakdirkan untuk tertawa terbahak-bahak?” atau, “Akankah orang miskin selamanya ditakdirkan untuk bekerja keras, diperas, diiming-imingi mimpi kesejahteraan? mengapa hanya segelintir orang,…